MSI, WAJO — Di tengah gema takbir dan lantunan ayat suci yang biasa mewarnai hari-hari mereka, para santri dari Pondok Pesantren Daarul Mu’minin (Damu) As’adiyah Doping mengukir sejarah.

Mereka sukses menjalankan tugas mulia sebagai anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) dalam Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 RI tingkat Kecamatan Penrang Kabupaten Wajo, Senin, 17 Agustus.

Kehadiran 5 santri di podium pengibaran bendera mematahkan stigma bahwa pendidikan pesantren hanya fokus pada urusan akhirat.

Dengan langkah tegap, disiplin tinggi, dan pakaian dinas upacara yang gagah, para santri ini membuktikan bahwa nasionalisme dan religiusitas dapat berjalan beriringan di dalam dada seorang pemuda muslim.

Perjalanan menuju hari pengibaran ini tidaklah mudah. Para santri terpilih harus melewati seleksi ketat dan menjalani karantina latihan fisik yang intensif selama berpekan-pekan.

Di sela-sela jadwal latihan baris-berbaris yang menguras energi bawah terik matahari, mereka tetap teguh menjaga kewajiban ibadah, hafalan Al-Qur’an, dan setoran kitab kuning di pesantren.

Kelima santri Madrasah Aliyah (MA) Ponpes Damu As’adiyah Doping adalah Ahmad Farid Yushar, Widia Sarini, Besse Annisa Lukman, Besse Warda dan Andi Ahmad Fauzan Arisdin.

“Ini membuktikan anak pesantren tidak hanya belajar agama di dalam bilik kamar, namun sekarang bisa menunjukkan pencapaian luar biasa di bidang nasionalisme dan baris-berbaris,” tuturnya.

Diketahui, anak pesantren umumnya memiliki modal kuat untuk menjadi anggota Paskibra yang tangguh karena, memiliki kedisiplinan tinggi.

Kehidupan terjadwal di pondok selama 24 jam membuat mereka terbiasa disiplin. Kemudian, mental dan kisik kuat, anak santri terbiasa hidup mandiri dan jauh dari orang tua melatih ketangguhan mental mereka saat menjalani karantina ketat.

Lalu, spiritualitas yang terjaga, karena santri membawa nilai-nilai kesopanan, ahlak mulia, dan kebiasaan berdoa yang kuat selama masa penugasan.

Agustan pun menghaturkan rasa syukur dan apresiasi atas dedikasi dan kedisiplinan ditunjukkan kelima santri dan seluruh tim Paskibraka.

“Khususnya saat prosesi penurunan bendera sore hari ketika santri kami dipercaya mengemban tugas sebagai pembawa baki utama,” ujarnya.

Dia berharap semoga pencapaian ini menjadi motivasi bagi seluruh santri untuk terus mengukir prestasi. Santri Berbakti, Indonesia Maju