MSI, WAJO — Pondok Pesantren Daarul Mu’minin (Damu) As’adiyah Doping resmi membuka kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan Santri (LDKS) tahun 2026.

Kegiatan yang dipusatkan di Masjid Daarul Mu’minin, di mulai Senin, 6 hingga 9 April mendatang.

“Agenda tahunan ini diramaikan oleh ratusan santri. 122 orang dari Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan 50 orang dari Madrasah Aliyah (MA),” ujar Ketua Panitia, Muhammad Ilyas.

LDKS menjadi wadah strategis bagi para santri untuk mengasah jiwa kepemimpinan sebelum terjun ke organisasi intra pesantren maupun masyarakat luas.

Ilyas sapaannya menekankan pentingnya keseriusan peserta dalam mengikuti setiap sesi. Momentum ini tidak hanya menjadi rutinitas formalitas, melainkan sarana transformasi diri bagi para santri.

“Kami berharap seluruh santri kiranya mengikuti kegiatan ini dengan baik. Simaklah setiap materi yang disampaikan oleh para pemateri nantinya dengan saksama agar ilmu yang didapat bisa diimplementasikan nantinya” jelasnya.

Acara secara resmi dibuka oleh Wakil Pimpinan Ponpes Damu As’adiyah Doping, KM. Amiruddin.

Dalam arahan, Amiruddin menyampaikan, tiga pilar utama yang menjadi target pencapaian LDKS.

“Kemandirian, pembinaan karakter, dan pengelolaan manajemen,” sebutnya.

Dirinya memberikan penekanan khusus pada aspek komunikasi sebagai instrumen vital seorang pemimpin.

Kemandirian, melatih santri agar mampu dan cerdas mengambil keputusan.

Pembinaan karakter, membentuk integritas dan akhlakul karimah sebagai fondasi kepemimpinan.

“Manajemen dan komunikasi, tentu dalam kegiatan LDKS ini kita melatih komunikasi, karena kemampuan menyampaikan ide dan merangkul sesama sangat berperan penting dalam kepemimpinan,” tuturnya.

Dengan dimulainya kegiatan ini, diharapkan lahir bibit-bibit pemimpin baru dari rahim Ponpes Damu As’adiyah Doping yang mampu membawa perubahan positif bagi agama, bangsa, dan negara.

*rilis