MSI, WAJO — Pondok Pesantren (Ponpes) As’adiyah di Kabupaten Wajo sukses menggelar Musabaqah Qiraatil Kutub (MQK) Internasional ke-1 tahun 2025.
Ini menjadi bukti eksistensi dalam peradaban Islam.
Hal itu disampaikan oleh Kakan Wilayah Kemenag Sulsel, Ali Yafid, usai pengumuman pemenang MQK Internasional dan MQK Nasional ke-8 di Kampus As’adiyah Sengkang, Kecamatan Tempe, Senin, 6 Oktober.
Menurutnya, penyelenggaraan MQK terlaksana dengan baik. Kesuksesan itu bukti kebersihan Ponpes As’adiyah sebagai tuan rumah.
“Semua merasa bahagia dan terlayani dengan baik. Ini bukti komitmen kita bersama untuk menjadikan Sulsel, Ponpes As’adiyah tuan rumah yang ramah,” ujarnya.
Keberhasilan acara ini tidak terlepas hasil kerja sama seluruh unsur, panitia pusat, provinsi hingga As’adiyah Sengkang sebagai pantai lokal.
Sementara, Sekjen Pengurus Pusat (PP) Ponpes As’adiyah, Prof. Kamaluddin Abu Nawas mengatakan, keikutsertaan kontingen khusus dari Ponpes As’adiyah yang tampil di luar tim provinsi Sulsel merupakan bentuk penghargaan bagi tuan rumah yang mendapat izin dari Kemenag.
“Hal yang sama akan diterapkan di ajang berikutnya di lokasi lain,” sebutnya.
Menurutnya, ajang ini menjadi bukti pemerataan kualitas santri di seluruh Indonesia.
Menunjukkan kemampuan membaca dan memahami kitab kuning kini tidak lagi terkonsentrasi di wilayah tertentu.
“Ini menjadi kebanggaan kita semua. Kualitas santri dalam membaca kitab kuning sudah merata di seluruh pondok pesantren di Indonesia,” sebutnya.
Ia menekankan, tujuan utama MQK bukan sekadar meraih kemenangan, tetapi lebih kepada merajut kebersamaan antar ponpes dan meningkatkan mutu santri.
“Kami berkomitmen agar pelaksanaan lomba berjalan objektif. Yang paling utama bukan siapa yang menang, tetapi bagaimana semangat ukhuwah dan peningkatan kualitas santri terus tumbuh,” tutupnya.
