MAKASSAR – Ketum LSM Jangkar Agung Jack, menyoroti dugaan praktik pengelabuan distribusi BBM subsidi jenis solar di salah satu SPBU di Jalan Poros Perintis Kemerdekaan, tepatnya di depan PT Coca Cola.
Ia menyebut, indikasi tersebut terlihat dari aktivitas sebuah mobil boks milik perusahaan toko kelontong modern yang diduga kerap melakukan pengisian solar pada dini hari.
Menurut pantauan Jack beberapa hari terakhir, mobil boks tersebut terlihat masuk ke area SPBU dengan posisi membalik arah. Aktivitas pengisian BBM diduga berlangsung sekitar pukul 02.00 Wita, Sabtu (13/12/2025).
Jack menilai, ada dugaan oknum pengelola SPBU sengaja mengelabui konsumen BBM subsidi. Solar yang seharusnya diperuntukkan bagi masyarakat umum, diduga dialihkan kepada pihak tertentu.
“Solar seolah-olah dinyatakan habis kepada konsumen, padahal diduga telah dialihkan ke pihak lain yang sebelumnya melakukan transaksi dengan sistem deposit untuk memboking kuota,” ungkap Jack.
Ia juga menduga, praktik tersebut melibatkan para pelansir yang dapat memperoleh kuota pembelian solar setelah lebih dulu melakukan transaksi deposit. Kondisi ini, kata dia, berpotensi merugikan masyarakat yang berhak atas BBM subsidi.
LSM Jangkar pun, meminta aparat terkait segera melakukan penelusuran dan penindakan agar distribusi solar subsidi tepat sasaran serta tidak disalahgunakan oleh oknum tertentu, tandas Agung Jack.
Sementara itu, pengawas SPBU 73.902.01 Andi, saat dikonfirmasi media ini menyebut, mobil boks toko kelontong modern tersebut berbalik arah karena tangki mobil tersebut berada di kanan.
Andi melanjutkan, mobil yang mengisi BBM tersebut tidak diperbolehkan masuk di tengah semua karena akan mengakibatkan macet panjang bagi mobil umum yang akan mengisi pertalite.
“Jujur pak, kuota kami hanya 8 Kilo Liter (KL) perhari mobil umum saja tidak cukup kami layani,” pungkas pengawas SPBU 73.902.01 Perintis Kemerdekaan Makassar, Andi.
