SENYAWAINDONESIA.COM, SAMARINDA — Walikota Samarinda Andi Harun sangat kecewa terhadap kinerja Dinas Perhubungan (Dishub). Lantaran retribusi parkir bocor, padahal potensi besar.

“Penerimaan retribusi parkir di lapangan ternyata selama ini kecil, sementara kenyataannya besar,” ujarnya, Minggu, 12 Januari.

Hal itu diketahui Andi Harun setelah turun melakukan inspeksi mendadak (Sidak) di Jalan Abul Hasan, Rabu, 8 Januari 2025 kemarin.

Dirinya menyesalinya kinerja Dishub yang masih kacau dalam penerapan sistem parkir.

Hasil sidak ditemukan juru parkir (jukir) yang mengaku menyetor Rp 70 ribu dalam seminggu kepada petugas Dishub.

Padahal, jukir meraup pungutan Rp800 ribu sampai Rp1 juta sehari.

“Saya sengaja sidak langsung lapangan tanpa memberitahu tujuan kemana untuk memeriksa apakah katanya jujur atau menyenangkan kepala daerah sok-sokan punya sistem. Hari ini terbukti bahwa (sistem parkir) tidak beres,” sesalnya

Andi Harun mengakui jajarannya sering membuat laporan yang menyenangkan atasan namun berbeda di lapangan

“Kalian bisa membayangkan ya, pendapatan jukir Rp 800 ribu sampai Rp 1 juta cuma menyetor Rp 70 ribu. Itu pun sekali seminggu,” sesalnya kemarin.

Andi Harun pun menilai tak mempersoalkan para juru parkir pembohong mendapat penghasilan tersebut.

Namun, ia masih belum puas dengan sistem parkir yang ditetapkan Dishub Samarinda.

“Jadi, semata-mata kita tidak bisa salahkan jukir. Tapi, masalah di sistem yang disediakan Dishub yang memang kacau. Kalau, Kadis ngomongnya di rapat-rapat, seolah-olah sistemnya sudah bagus,” tutupnya.