SI, WAJO — Pasca terjadinya banjir bandang yang melanda Kecamatan Pitumpanua Kabupaten Wajo beberapa waktu lalu. Menyebabkan genangan lumpur di fasilitas umum, fasilitas pemerintah, dan perumahan warga.

Pj. Bupati Wajo, Andi Bataralifu, sejak awal memberikan arahan pembersihan pada sarana fital pelayanan kesehatan.

Atas partisipasi sejumlah pihak pasca banjir bandang, Bataralifu menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah tergerak memberikan aksi peduli kemanusiaan di Pitumpanua, dan wilayah Wajo lainnya.

“Saya atas nama masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Wajo menyampaikan ucapan terima kasih yang dalam, kepada semua pihak yang telah membantu, termasuk kepada Kerukunan Keluarga Wajo (KKW) Kolaka utara yang sampai saat ini masih bekerja di Siwa, semoga semua yang kita lakukan bernilai ibadah dan bermanfaat bagi masyarakat”, ungkap Direktur Fasilitasi Kepala Daerah dan DPRD Kemendagri tersebut.

Kalaksa BPBD Wajo, Syamsul Bahri, menyebutkan, tercatat sejumlah  3837 rumah warga terdampak genangan lumpur, 17 init fasilitas sekolah baik SD, SMP, SMA, maupun madrasah dan pesantren, 11 masjid dan mushallah, 5 unit sarana kesehatan seperti Rumah Sakit, puskesmas, pustu, polindes,  13 unit sarana perkantoran seperti kantor camat, rumah dinas camat, kantor desa/Lurah, polsek, dan lain-lain.

Sehingga kondisi tersebut, lanjutnya, menggerakkan berbagai kalangan, baik dari dalam maupun dari luar Kabupaten Wajo, bahu-membahu mengadakan pembersihan di Siwa ibukota Kecamatan Pitumpanua.

“Bahkan ada bantuan loader dari Balai Pompengan Propinsi Sulawesi Selatan dan KKW Kolaka Utara, terjun melakukan aksi pembersihan, terutama pada fasilitas Rumah sakit umum siwa, puskesmas, masjid, dan sekolah”, ungkap komandan posko penanggulangan bencana banjir Wajo ini.

Camat Pitumpanua Junisatry Rasyid selaku Korlap posko penanganan banjir di Pitumpanua mengakui, jika penanganan pasca banjir melibatkan banyak pihak dari berbagai elemen.

“Banyak pihak yang membantu, kalau Loader KKW Kolaka Utara sudah seminggu disini, masih bekerja sampai sekarang, di rumah sakit, puskesmas, masjid raya, termasuk sekolah, mereka sangat membantu, terima kasih,” tutup alumni STPDN ini. (*)