MSI, WAJO — Kesuksesan pelaksanaan Musabaqah Qiraatul Kutub Internasional (MQKI) ke-1 di Kabupaten Wajo Sulawesi Selatan merupakan tanggung jawab bersama.
Salah satunya memiliki peran penting adalah pramuka santri.
Event yang bertajuk “Dari Pesantren untuk Dunia” terjadi beberapa agenda kegiatan. Yakni, Musabaqah, Halaqah Ulama Internasional, Expo Kemandirian Pesantren, As’adiyah Bersholawat, Fajar dan Night Inspiration, Pesantren Hijau serta Perkemahan Pramuka Santri Nusantara.
Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kemenag RI, Dr Basnang Said mengatakan, kegiatan ini akan berlangsung selama 5 hari. Dimulai 1 – 5 Oktober mendatang di Kampus III Ponpes As’adiyah Macanang, Kecamatan Majauleng.
“Acara pramuka diikuti oleh santri se-Sulsel dan beberapa provinsi seperti Kalimantan Timur (Kaltim),” ujarnya, Selasa, 30 September.
Perkemahan Pramuka Santri Nusantara adalah bagian dari upaya Kemenag memperkuat gerakan pramuka dan Ponpes sebagai benteng karakter bangsa.
Tujuannya menumbuhkan nilai-nilai nasionalisme, patriotisme, keterampilan, dan karakter santri melalui kegiatan kepramukaan, pembinaan mental spiritual, dan bakti masyarakat.
Dengan kegiatan tersebut, lanjut Basnang, pramuka santri berperan aktif sebagai fasilitator atau pendukung dalam pelaksanaan MQKI dengan membawa nama baik pesantren dan Indonesia.
Selain itu, pramuka santri pembawa misi untuk menyebarkan nilai-nilai keislaman dan kebudayaan Indonesia, menunjukkan kepercayaan diri santri di hadapan dunia atau peserta MQKI dari negara asean.
“Mereka tidak hanya mengambil bagian proses ekoteologi dengan penanaman pohon. Namun mengawal seluruh proses pelaksanaan MQKI agar lancar dan sukses,” tutupnya.
*rilis
