MSI, PAREPARE — Proyek perbaikan dan pemeliharaan di Pelabuhan Lontangnge, Kelurahan Kampung Pisang Kecamatan Soreang, Kota Parepare Sulawesi Selatan disinyalir serampangan.

Proyek milik PT. Pelabuhan Indonesia (Pelindo) terdiri beberapa item pekerjaan, diantaranya, pemasangan paving block pada jalan akses, pembuatan pagar pembatas keliling serta pembuatan saluran drainase.

Hanya saja, proyek dilaksanakan oleh CV. Mahakarya Cipta Perkasa dinilai tidak bermutu. Misalnya, pembuatan saluran drainase menggunakan material batu bata.

“Kalau saluran drainase yang berkualitas itu pakai batu gunung. Kemudian besi di tulang cor beton pada pemasangan bata batu tidak tertanam dalam ke tanah,” ujar warga Soreang, Abdul Rasyid, Jumat, 1 Juli.

Dirinya menilai, pembuatan saluran drainase tersebut kedepannya akan merugikan permukiman warga disekitar pelabuhan. Hal ini diakibatkan tidak diperhatikannya kedalaman saat penggalian drainase.

“Kita lihat saja setelah pemasangan paving blok pada akses jalan, ketika hujan deras air akan mengalir ke rumah warga,” nilainya.

Sebelumnya, General Manager (GM) Pelindo Regional 4 Parepare, I Nengah Suryana Jendra menjelaskan, tahun ini pihaknya sudah mengusulkan investasi untuk memaksimalkan pelayanan di pelabuhan senilai kurang lebih Rp2,2 miliar.

Investasi tersebut meliputi pekerjaan perbaikan dan pemasangan paving block pada jalan akses penghubung CY (Container Yard, yaitu tempat penyimpanan peti kemas di pelabuhan atau terminal) Longtangnge serta pembuatan pagar pembatas keliling di CY Longtangnge.

“Selain itu, juga investasi untuk perbaikan jalan dan lapangan parkir depan Perbamas serta pembuatan saluran drainase di Pelabuhan Nusantara,” kata I Nengah Suryana Jendra.

Pelindo sebagai bagian dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang menjadi penggerak sektor logistik nasional terus berkomitmen untuk meningkatkan kapasitas produksi serta pelayanan operasional di Pelabuhan Parepare, sebagai bagian dari upaya mendukung pertumbuhan ekonomi wilayah dan nasional.

Menurut Nengah, investasi strategis yang akan dilakukan pihaknya difokuskan pada pengembangan infrastruktur pelabuhan dan modernisasi layanan.

Investasi ini juga bertujuan untuk meningkatkan efisiensi layanan dan daya saing pelabuhan.

“Sebagai salah satu pintu gerbang utama bagi aktivitas perdagangan dan logistik di Sulawesi Selatan, Pelabuhan Parepare memiliki peran penting dalam rantai pasok nasional. Oleh karena itu, kami terus berupaya memastikan bahwa pelabuhan ini mampu memberikan layanan yang andal dan modern,” tutupnya.